
IP2SIP MOJOSARI AJAK MAHASISWA MAGANG PELAJARI TEKNIS PENETASAN UNGGAS
Mojokerto, 7 Januari 2025 - Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Mojosari mendampingi mahasiswa magang melaksanakan field trip ke lokasi usaha penetasan unggas di Desa Kebundalem, Mojosari. Peserta magang dari Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang ini berkesempatan melihat langsung proses penetasan ayam dengan teknologi terkini. Fasilitas penetasan ini dilengkapi dengan mesin tetas modern yang mendukung proses penetasan DOC (Day-Old Chick) berkualitas.
Bapak Setu, pengelola usaha penetasan unggas menjelaskan bahwa dalam teknologi penetasan yang perlu diperhatikan adalah kontrol suhu dan kelembapan, ini merupakan kunci keberhasilan penetasan. Air dalam mesin tetas rutin diganti setiap 2 hari sekali untuk menjaga stabilitas kelembapan. Dalam kondisi optimal, tingkat keberhasilan penetasan di fasilitas ini mencapai lebih dari 90%.
“Telur ayam yang ditetaskan memerlukan waktu 21 hari hingga menetas menjadi DOC. Selama masa inkubasi, suhu dijaga secara stabil sesuai dengan kebutuhan biologis embrio ayam, dengan pemantauan intensif untuk memastikan tidak ada gangguan pada proses perkembangan. Setiap mesin tetas menggunakan sistem penghangat dengan 8 lampu 5 watt untuk menjaga suhu ideal selama masa penetasan,”ungkap Setu.
Dr. Lutfi Humaidi, M. Sc., Koordinator IP2SIP Mojosari menyampaikan bahwa pusat penetasan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana produksi, tetapi juga sebagai wadah edukasi dan inovasi bagi masyarakat yang ingin bertenak unggas. Beliau menekankan pentingnya penerapan teknologi modern dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor peternakan unggas. “Kunjungan ini memberikan banyak wawasan baru bagi para peserta magang, terutama tentang pentingnya manajemen suhu, kelembapan, dan teknologi pendukung dalam proses penetasan. Sebagai informasi, IP2SIP Mojosari saat ini juga memproduksi DOC yang memiliki kualitas unggul dan siap didistribusikan ke peternak di seluruh Indonesia,” kata Lutfi.